Banyak Pemilih "Oplosan", Pengunjuk Rasa Desak Pilpres Ulang
Massa mendesak KPU mengulang pelaksanaan pilpres karena ditengarai banyak data pemilih "oplosan". Data oplosan yang dimaksud adalah banyak ditemuinya pemilih yang tidak menggunakan formulir A5, yang memilih di TPS yang bukan tempatnya pemilih itu mencoblos.
"Data pemilih ini dioplos atau dicampur dengan pemilih biasa sehingga nampak tidak seperti ada kecurangan," kata korlap aksi, Andre.
Karena itu, dia sangat berharap, hasil sidang MK nanti dapat merekomendasikan agar pilpres diulang di seluruh Indonesia.
"Jika tidak, lebih baik penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu dibubarkan, karena tidak dapat bekerja profesional," tambahnya.
Aksi kelompok massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Aspirasi Rakyat (Gempar) itu dikawal ketat aparat kepolisian. Bahkan, jumlah polisi tercatat lebih banyak dibanding jumlah pengunjuk rasa.
Aksi dukungan terhadap Prabowo-Hatta juga digelar di depan kantor MK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka mengawal sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2014 dengan agenda meminta keterangan sejumlah saksi dari kubu Prabowo-Hatta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar